Pengaruh Ekonomi Makro pada Pembangunan Indonesia di Era Reformasi

Posted by Aryanni Ganda Wijaya on October 15, 2012 | Subscribe
in Tugas Kuliah

PENGARUH EKONOMI MAKRO PADA PEMBANGUNAN INDONESIA DI ERA REFORMASI

 

Makalah Individu yang disusun untuk Tugas Pertama Semester Pertama Mata Kuliah Ekonomi Makro

Aryanni Ganda Wijaya

201212008

  

JURUSAN AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS ESA UNGGUL

JAKARTA

2012

 

 

Kata pengantar

 

Puji dan syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas izin, rahmat dan karunia-Nya saya dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik. Makalah ini disusun melalui proses selama sekitar 4 minggu yang dimulai dari tanggal 27 September 2012.

Makalah dengan judul “Pengaruh Ekonomi Makro pada Pembangunan Indonesia di Era Reformasi” ini disusun dengan tujuan untuk melengkapi tugas pertama semester pertama untuk mata kuliah Ekonomi Makro. Melalui makalah ini, saya berharap agar saya dan pembaca mampu mengenal lebih jauh mengenai ekonomi makro dan memahami perannya dalam pembangunan negara kita, Indonesia.

Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu saya dalam proses penyusunan makalah ini khususnya kepada dosen Ekonomi Makro, yaitu Lia Amalia Prof.Dr.MM. yang bersedia membimbing dan mengarahkan saya dalam penyusunan makalah ini.

Saya berharap agar makalah yang telah saya susun ini dapat memberikan inspirasi bagi pembaca dan penulis yang lain. Saya juga berharap agar makalah ini menjadi acuan yang baik dan berkualitas.

Jakarta, 7 Oktober 2012

 

 

Aryanni Ganda Wijaya

 

 

Daftar Isi

 

Kata Pengantar………………………………………………………………………………………………………i

Daftar Isi……………………………………………………………………………………………………………….ii

Bab I Pendahuluan………………………………………………………………………………………………..1

1.1. Latar Belakang Masalah………………………………………………………………………………….1

1.2. Rumusan Masalah…………………………………………………………………………………………..1

1.3. Tujuan Penelitian………………………………………………………………………………………….2

1.4. Sistematika Penulisan…………………………………………………………………………………3

Bab II Tinjauan Teori……………………………………………………………………………………………5

2.1. Data Pertumbuhan Ekonomi dan Kesejahteraan Indonesia…………………………5

2.2. Pengertian, Tujuan dan Fungsi Ekonomi Makro………………………………………….8

2.3. Analisis Ekonomi dan Variabel Ekonomi Makro ……………………………………….11

2.4. Pengertian dan Tujuan dari Pembangunan…….………………………………………14

2.5. Ukuran dari Pembangunan………………………………………………………………………..16

Bab III Metodologi……………………………………………………………………………………………18

3.1. Populasi dan Sampel ……………………………………………………………………………………18

3.2. Metode dan Teknik………………………………………………………………………………………18

Bab IV Simpulan dan Saran………………………………………………………………………………….20

4.1 Simpulan……………………………………………………………………………………………………….20

4.2. Saran…………………………………………………………………………………………………………..21

Daftar pustaka…………………………………………………………………………………………………….23

Riwayat Hidup Penulis………………………………………………………………………………………..26

 

 

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Pembangunan pada negara berkembang adalah hal yang penting, begitu pula di Indonesia. Pada pembangunan negara, ekonomi adalah faktor yang penting. Ilmu ekonomi yang mencakup pembangunan negara adalah ekonomi makro. Ekonomi makro adalah ilmu ekonomi yang mempelajari ekonomi sebagai suatu kesatuan pada tingkat nasional. Dengan menggunakan ekonomi makro kita dapat melihat perkembangan pembangunan dari suatu negara tidak terkecuali Indonesia.

Saya menyusun makalah ini karena saya sendiri tidak mengenal ekonomi makro. Pada saat saya SMA, saya mengambil jurusan IPA dan tidak pernah mengenal  ekonomi makro. Oleh karena itu saya ingin berusaha untuk mengenal dan mengerti lebih banyak mengenai ekonomi makro dan pengaruhnya pada pembangunan negara Indonesia sekarang ini.

Saya berharap bahwa makalah ini dapat membantu mereka yang kurang mengenal makro ekonomi dan saya untuk lebih mengenalnya dan mengerti peranannya dalam membangun negara kita.

1.2. Rumusan Masalah

Berdasarkan topik tentang Pengaruh Ekonomi Makro pada Pembangunan Indonesia di Era Reformasi”, saya mendapati beberapa hal yang saya anggap perlu untuk diungkapkan dalam makalah ini yaitu sebagai berikut:

1.2.1.  Bagaimanakah keadaan perkembangan pembangunan negara Indonesia pada umumnya di era reformasi?

1.2.2. Apa pengertian dan tujuan dari ekonomi makro dan apa saja fungsinya pada pembangunan negara?

1.2.3. Apa saja analisa pada ekonomi yang dapat mendukung pembangunan negara Indonesia dan variabel apa saja yang terdapat pada ekonomi makro?

1.2.4. Apa pengertian dan tujuan dari pembangunan?

1.2.5. Bagaimana mengukur sebuah pembangunan dari suatu negara?

1.3. Tujuan Penelitian

Berkenaan dengan permasalahan pada 1.2. diatas, tujuan makalah saya yang berjudul Pengaruh Ekonomi Makro pada Pembangunan Indonesia di Era Reformasi” ini adalah:

1.3.1. ingin mengambarkan perkembangan pembangunan Indonesia pada umumnya di era reformasi;

1.3.2. ingin memberi tahu pengertian dan tujuan dari ekonomi makro dan fungsinya;

1.3.3. ingin menjelaskan analisa pada ekonomi yang dapat mendukung pembangunan negara Indonesia dan variabel yang terdapat pada ekonomi makro;

1.3.4. ingin menjelaskan pengertian dan tujuan dari pembangunan;

1.3.5. ingin memberi tahu cara untuk mengukur pembangunan.

 

1.4. Sistematika Penulisan

Makalah ini memiki sistematika penulisan yang terdiri dari Halaman Judul, Kata Pengantar, Daftar Isi, Bab I Pendahuluan, Bab II Tinjauan Teori, Bab III Metodologi, Bab IV Simpulan dan Saran, Daftar Pustaka dan Riwayat Hidup Penulis. Daftar isi bertujuan untuk memudahkan pembaca untuk mengetahui isi buku dengan cepat dan memudahkan pembaca untuk mencari pembahasan yang diinginkan.

Pada Bab I Pendahuluan berisi Latar Belakang Masalah, Rumusan Masalah, Tujuan Penelitian dan Sistematika Penulisan. Bab I Pendahuluan ini berfungsi untuk memberikan gambaran kasar atas apa yang akan dibahas dalam makalah ini dan memberikan gambaran atas sistematika penulisan makalah ini.

Pada Bab II Tinjauan Teori berisi . Data Pertumbuhan Ekonomi dan Kesejahteraan Indonesia, Pengertian, Tujuan dan Fungsi Ekonomi Makro, Analisis Ekonomi dan Variabel Ekonomi Makro, Pengertian dan Tujuan dari Pembangunan dan Ukuran dari Pembangunan. Bab II Tinajauan Teori  ini berfungsi sebagai isi dalam makalah ini yang member gambaran terhadap pembangunan negara Indonesia di era reformasi, menjelaskan secara konkrit mengenai apa yang menjadi pokok bahasan kita, menjawab semua pertanyaan yang terdapat pada Rumusan Masalah dan memenuhi tujuan pembuatan makalah ini yang tertera pada Tujuan Penelitian.

Pada Bab III Metodologi berisi Populasi dan Sampel dan Metode dan Teknik. Bab III Metodologi ini berfungsi untuk memberi tahu pembaca populasi dan sample dalam pembuatan makalah ini dan metode dan teknik dalam pembuatan makalah ini.

Pada Bab IV Simpulan dan Saran berisi Simpulan dan Saran. Bab III Simpulan dan Saran  ini berfungsi sebagai garis besar atas makalah ini dan berisikan saran untuk pembaca. Adapun Daftar Pustaka yang berisi sumber-sumber data dari makalah ini dan Riwayat Hidup Penulis yang berupa riwayat singkat dari penulis agar pembaca lebih mengenal penulis.

  

 

BAB II TINJAUAN TEORI

 

2.1. Data Pertumbuhan Ekonomi dan Kesejahteraan di Indonesia

Dalam memulai Bab II Tinjauan Teori ini, saya sebagai penulis ingin menyajikan data-data mengenai pertumbuhan ekonomi di Indonesia pada era reformasi dan berbagai hal yang bersangkutan dengan kesejahteraan masyarakatnya yang berhubungan erat dengan pembangunan Indonesia. Data ini bertujuan untuk memberikan gambaran pada pembaca dan saya sebagai penulis tentang keadaan Indonesia pada era reformasi sehingga pada saat kita mempelajari teori- teori yang telah ada, kita mempunyai contoh dan gambarannya.

Data BPS atau Badan Pusat Statistik menunjukkan presentaase pengeluaran rumah tangga atau RT untuk kebutuhan pangan pada tahun 2004 mencapai 54,59%. pada tahun 2005. Persentase tersebut turun menjadi 51,37% dan kembali naik pada tahun 2006 menjadi 53,01%. Pengeluaran untuk kebutuhan pangan ini erat kaitannya dengan distribusi pendapatan masyarakat. Tercatat pula bahwa 40% populasi di Indonesia berpendapatan rendah juga fluktuatif atau tidak tetap.

Sementara itu, pengeluaran rumah tangga untuk kebutuhan non-pangan pada tahun 2004 mencapai 45,42%, pada 2005 naik menjadi 48,63% dan pada 2006 turun kembali menjadi 46,99%. Data ini menunjukkan bahwa pengeluaran kebutuhan pangan rumah tangga di Indonesia lebih besar dibandingkan pengeluaran kebutuhan non-pangan. Data ini mencirikan bahwa Indonesia masih termasuk negara berkembang dimana pengeluaran kebutuhan pangan atau (autonomous consumption) lebih besar disbanding dengan pengeluaran kebutuhan non-pangan seperti untuk liburan, hiburan dan lain-lain.

Terlihat dari dua data di atas, dari tahun 2004 sampai 2006 mengalami kemajuan. Walau sempat mengalami kemunduran dari 2005 ke 2006 namun pada akhirnya presentase 2006 menunjukkan perkembangan positif. Pada data awal terlihat bahwa pengeluaran kebutuhan pangan menurun. Hal ini tidak mengindikasikan bahwa masyarakat Indonesia tiba-tiba mengurangi jumlah konsumsi pangan mereka secara serentak namun pendapatan mereka naik sehingga presentase pengeluaran kebutuhan pangan mereka dari keseluruhan pendapatan mereka menurun.

Namun di Indonesia sangat terlihat kesenjangan ekonomi pada masyarakatnya. Dikhawatirkan presentase pertumbuhan ekonomi tersebut hanya untuk beberapa kalangan saja. Kekhawatiran tersebut dibuktikan oleh data BPS pada tahun 2004 di mana sebesar 40% masyarakat hanya menikmati 20,80% pendapatannya. Pada tahun 2005 presentase tersebut turun menjadi 18,81% dan naik pada tahun 2006 menjadi 19,75%. Terlihat bahwa presentase dari 2004 ke 2006 mengalami penurunan. Hal ini sangat tidak sebanding dengan 20% masyarakat golongan kaya yang bisa menikmati pendapatan mereka sampai pada 42,07% pada 2004, 44,78% pada 2005 dan 42,15% pada 2006. Inilah sebabnya mengapa Gini Ratio Indonesia yang membandingkan penduduk kaya dan kurang mampu masih menduduki angka 0.32 pada tahun 2004, 0,36 pada tahun 2005 dan 0.33 pada tahun 2006.

Laporan MDGs (Millenium Development Goals atau Tujuan Pembangunan Milenium) pada tahun 2007 menunjukkan bahwa walaupun angka partisipasi kasar tingkat sekolah dasar maupun sekolah menengah pertama menunjukkan perbaikan, tetapi jika dilihat dari tingkat kelompoj pengeluaran rumah tangga maka terdapat perbedaan antara kelompok rumah tangga kurang mampu dan kaya. Pada kelompok pengeluaran terbawah (kuantil 20% terbawah, 1) angka partisipasi kasar atau APK sekolah dasar pada tahun 1995 adalah 14,48% da mencapai 18,92% pada tahun 2006. APK sekolah dasar untuk kelompok pengeluaran terbawah ternyata berkembang lebih baik dari APK sekolah dasar untuk golongan pengeluaran teratas. Peristiwa yang sama juga terjadi pada APK sekolah menengah pertama antara tahun 1995 hingga 2006. APK sekolah menegah pertama tahun 1995 pada kelompok pengeluaran terbawah tercatat 44,39% dan menjadi 70,78% pada tahun 2006.

Dari data pendidikan di atas, terlihat bahwa perbaikan kesejahteraan rumah tangga berpengaruh pada akses terhadap pendidikan, terutama bagi keluarga yang mempunyai anak usia sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. Kesenjangan partisipasi pendidikanyang sangat mencolok antara kelompok pengeluaran terbawah (keluarga miskin) dan kelompok pengeluaran teratas (keluarga kaya) ini menunjukkan perlunya peningkatan perharian pada kelompok keluarga miskin dalam memperoleh akses pendidikan. Hal inisejalan dengan hasil studi Balitbang Depdiknas pada 20006 yang menemukan bahwa faktor ketiadaan biaya masih dijumpai sebagai alas an penduduk usia sekolah tidak melanjutkan pendidikan mereka (www.depdiknas.go.id)

Dari sisi kesehatan, Angka Kematian Bayi (AKB) menurut proyeksi BPS pada tahun 2003 AKB terus membaik hingga mencapai 33,9 per 1000 kelahiran hidup. Meskipun terus menurun, AKB di Indonesia masih tergolong tinggi jika dibandingkan dengan negara angota ASEAN (Association of Southeast Asian Nations atau Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Selatan), yaitu 4,6 kali lebih tinggi dari Malaysia, 1,3 kali lebih tinggi dari Filipina, dan 1,8 kalilebih tinggi dari Thailand. Indonesia menduduki peringkat keenam tertinggi setelah Singapura (3 per 1000), Brunei Darussalam (8 per 1000), Malaysia (10 per 1000), Vietnam (18 per 1000) dan Thailand (20 per 1000).

Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia telah mengalami penutunan menjadi 307 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2002 sampai 2003 bila dibandingkan dengan angka tahun 1994 yang mencapai 390 kematian per 100.000 kelahiran hidup. Tetapi akibat komplikasi kehamilan atau persalinan yang sepenuhnya dapat ditangani, masih terdapat 20.000 ibu yang meninggal setiap tahunnya dengan kondis ini pencapaian AKI baru mencpai 163 kematian ibu melahirkan per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2015, sedangkan target pada tahun 2015 adalah 102 per 100.000. (http://27acintya08dhika95.wordpress.com/kebijakan-pemerintah-dalam-bidang-ekonomi/)

2.2. Pengertian, Tujuan dan Fungsi Ekonomi Makro

Setelah membaca data-data yang telah disajikan diatas kita sudah mempunyai gambaran mengenai pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan di Indonesia yang menggambarkan pembangunan Indonesia. Dapat terlihat bahwa pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan sangat berkaitan erat dan ternyata mereka juga berkaitan erat dengan ekonomi makro.

Sebelum melangkah lebih lanjut marilah kita mengenal ekonomi makro terlebih dahulu. Berikut adalah pengertian ekonomi makro dari berbagai sumber yang telah saya rangkum:

2.2.1. Karl E. Case dan Ray C. Fair (2007:1) menyatakan pada bukunya yang berjudul ”Prinsip-Prinsip Ekonomi” bahwa ilmu ekonomi makro tidak berfokus pada faktor yang mempengaruhi produksi produk tertentu dan perilaku industri individual, melainkan berfokus pada determinan atau penentu output  nasional total.

2.2.2. Eeng Ahman (2008:57) dalam bukunya yang berjudul “Membina Kompetensi untuk Kelas 10 menyatakan bahwa ilmu ekonomi makro adalah ilmu ekonomi yang mengkaji fenomena perekonomian secara menyeluruh atau luas.

2.2.3. Makroekonomi menjelaskan perubahan ekonomi yang memengaruhi banyak masyakarakat, perusahaan, dan pasar. Ekonomi makro dapat digunakan untuk menganalisis cara terbaik untuk memengaruhi target-target kebijaksanaan seperti pertumbuhan ekonomi, stabilitas harga, tenaga kerja dan pencapaian keseimbangan neraca yang berkesinambungan. (http://id.wikipedia.org/wiki/Ekonomi_makro)

2.2.4. Ekonomi makro adalah suatu cabang ilmu ekonomi yang mengkhususkan, membahas mekanisme perekonomian secara keseluruhan. Makroekonomi menjelaskan perubahan ekonomi yang mempengaruhi banyak rumah tangga (household), perusahaan, dan pasar. Ekonomi makro dapat digunakan untuk menganalisis cara terbaik untuk mempengaruhi target-target kebijaksanaan seperti pertumbuhan ekonomi, stabilitas harga, tenaga kerja dan pencapaian keseimbangan neraca yang berkesinambungan. (http://www.perwaku.org/index.php?option=com_content&view=article&id=64:pembangunan-berkelanjutan-di-indonesia-ditinjau-dari-aspek-ekonomi&catid=40:artikel-dan-opini&Itemid=77)

Dari pengertian tersebut di atas, telah tersiratkan tujuan-tujuan dari ekonomi makro atau makroekonomi. Tujuan-tujuan ekonomi makro yang telah saya rangkum adalah sebagai berikut:

2.2.1. Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi laju pertumbuhan produk nasional bruto (GNP) atas produk domestic bruto (GDP) yang merupakan ukuran dari kemampuan suatu perekonomian didalam memproduksi barang dan jasa dan mejadi ukuran standard hidup dan pertumbuhan pendapatan riil penduduk.

2.2.2. Menjelaskan penyebab timbulnya pengangguran dan cara mengatasinya.

2.2.3. Menjelaskan penyebab timbulnya inflasi dan cara mengatasinya.

2.2.4. Menjelaskan penyebab terjadinya ketidak seimbangan (defisit atau surplus) dalam pembayaran.

2.2.5. Menjelaskan penyebab naik turunnya tingkat bunga.

2.2.6. Menjelaskan penyebab fluktuasi nilai tukar uang dalam negri terhadap uang asing.

Selain tujuan, ekonomi makro juga memiliki fungsinya tersendiri. Fungsi ekonomi makro adalah sebagai berikut:

2.2.1. Membantu memecahkan resesi yang dihadapi suatu perekonomian.

2.2.2. Membantu pembuat kebijakan untuk meningkatkan petumbuhan ekonomi

2.2.3. Untuk menahan laju inflasi dan kestabilannya dalam krisi jangka pendek.

2.2.4. Menjelaskan bagaimana perubahan dalam suatu kebijakan mempengaruhi jenis-jenis barang yang dihasilkan dalam perekonomian.

Dapat dilihat dari pengertian, tujuan dan fungsinya, ekonomi makro mempunyai peranan penting dalam pembungan suatu negara termasuk negara Indonesia. Walaupun kurang terlihat jelas namun dari pengertian, tujuan dan fungsi ekonomi makro, terlihat bahwa ekonomi makro juga mempengaruhi data diatas seperti  laju inflasi, kebijakan pemerintah dan lain-lain.

2.3. Analisis Ekonomi dan Variabel Ekonomi Makro

Dalam penggunaan ilmu ekonomi makro untuk memenuhi tujuan dan fungsinya, ekonomi makro menggunakan analisis ekonomi. Analisis ekonomi yang berkaitan dengan ekonomi makro adalah:

2.3.1. Teori ekonomi (Analysa Economic), yakni ilmu ekonomi yang menerangkan hubungan peristiwa-peristiwa ekonomi kemudian merumuskan hubungan-hubungan itu dalam suatu hukum ekonomi.

Contoh :

2.3.1.1. Hukum Permintaan yaitu jika harga suatu barang naik maka jumlah barang yang diminta akan berkurang. Jika harga barang turun maka jumlah barang yang diminta akan bertambah.

2.3.1.2. Hukum Penawaran yaitu jika harga barang naik maka jumlah yang ditawarkan akan bertambah. Jika harga barang turun maka jumlah yang ditawarkan akan berkurang.

2.3.2. Ekonomi deskriptif (Descriptive Economics), yakni ilmu ekonomi yang menggambarkan keadaan yang sebenarnya dari wujud dalam perekonomian.

Contohnya seperti keadaan petani di Jawa Tengah, inflasi yang meningkat pada tahun 1998, dan lain-lain.

2.3.3. Ekonomi terapan (Aplied Economics), yakni ilmu ekonomi yang mengkaji tentang kebijakan-kebijakan yang perlu dilaksanakan dalam mengatasi masalah-masalah ekonomi.

Contoh : Ekonomi Moneter, Ekonomi Koperasi, Ekonomi Perusahaan, dan lain-lain.

Semua analisis ekonomi di atas digunakan pada ekonomi makro untuk lebih mudah dalam merumuskan suatu masalah dan membuat kita lebih mudah memahaminya. Selain menggunakan analisis ekonomi, kita juga dapat mengaplikasikan metode ilmiah dan model ekonomi untuk membantu menyederhanakan masalah dan membantu menggambarkan masalah yang dihadapi ekonomi makro.

Variabel-variabel yang terdapat pada ekonomi makro bermacam-macam. Berikut adalah variabel ekonomi makro yang umum:

2.3.1. pendapatan nasional;

2.3.2. konsumsi rumah tangga;

2.3.3. saving / tabungan;

2.3.4. investasi;

2.3.5. harga-harga secara umum;

2.3.6. belanja pemerintah;

2.3.7. jumlah uang yang beredar dan inflasi;

2.3.8. tingkat bunga;

2.3.9. kesempatan kerja dan pengangguran;

2.3.10. neraca pembayaran (ekspor-impor);

2.3.11. kebijakan Pemerintah.

Semua variabel di atas sangat mempengaruhi pembangunan suatu negara. Variabel-variabel di atas juga saling berhubungan satu sama lainnya. Sebagai contoh, jika kesempatan kerja menurun atau jumlah penggangguran meninggkat maka pendapatan nasional akan menurun sebagai akibat dari berkurangnya pendapatan masyarakat. Jika pendapatan menurun maka jumlah tabungan juga akan menurun dan konsumsi rumah tangga akan diminimalisir. Investasi akan menurun. Sebagai akibat menurunnya pendapatan nasional maka belanja pemerintah juga akan berkurang. Selanjutnya akan terjadi inflasi yang akan membuat harga-harga secara umum naik. Pemerintah akan berusaha menanggulangi masalah melalui ekspor-impor dan kebijakannya. Semua itu akan berdampak buruk bagi pembangunan negara Indonesia.

Saya sebagai penulis ingin memperjelas mengenai kebijakan pemerintah dalam hubungannya dengan pembangunan negara. Dengan menggunakan kebijakan di bidang ekonomi, pemerintah mempunyai empat  kebijakan. Kebijakan-kebijakan tersebut adalah sebagai berikut:

2.3.1. Kebijakan   fiskal: salah satu cara bagi pemerintah dalam mempengaruhi perekonomian dan mengatur mobilisasi dana domestik melalui keputusan perpajakan dan pengeluaran atau perbelanjaan pemerintah.

2.3.2. Kebijakan moneter: salah satu cara bagi pemerintah untuk mengendalikan dan  mengarahkan perekonomian untuk menuju kondisi yang lebih baik dengan mengatur jumlah uang yang beredar dan tingkat suku bunga. Di Indonesia, kebijakan moneter digunakan oleh BI (Bank Indonesia).

2.3.3. Kebijakan perdagangan luar negri: salah satu cara pemerintah untuk mempengaruhi stuktur atau komposisi dan arah transaksi perdagangan serta pembayaran internasional melalui pembuatan peraturan.

2.4. Pengertian dan Tujuan dari Pembangunan

Setelah mengetahui dan mengenal lebih jauh mengenai ekonomi makro, mari kita mengenal pembangunan. Pembangunan juga memiliki pengertiannya sendiri. Pengertian ini penting karena tanpa mengerti pengertian tersebut bagaimana mungkin kita dapat menghubungkan ekonomi makro dengan pembangunan.

Pembangunan memiliki berbagai macam pengertian. Oleh karena itu saya merangkumkan beberapa pengertian pembangunan yang mengarah pada pembangunan suatu negara. Berikut adalah pengertian pembangunan yang telah saya rangkum:

2.4.1. Suatu proses pembangunan dapat diartikan sebagai upaya yang sistematik dan berkesinambungan untuk menciptakan keadaan yang dapat menyediakan berbagai alternatif yang sah bagi pencapaian aspirasi setiap warga yang paling humanistik (Rustiadi, 2006:vii-1).

2.4.2. Menurut Todaro (2003:28) pembangunan merupakan suatu kenyataan fisik sekaligus tekad suatu masyarakat untuk berupaya sekeras mungkin melalui serangkaian kombinasi proses sosial, ekonomi, dan institusional demi mencapai kehidupan yang serba lebih baik.

Berdasarkan dua pengertian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa pembangunan suatu negara haruslah berawal dari masyarakat atau warga negaranya sendiri. Namun tentu saja tidak terlepas dari pemerintahan yang berkuasa. Pemerintahan yang berkuasa juga merupakan tanggung jawab dari masyarakat. Masyarakat harus dapat mengawasi pemerintah dan memilih wakil rakyat yang baik demi tercapainya pembangunan negara yang baik.

Setelah kita mengetahui pengertian dan indikator dari pembangunan, marilah kita mempelajari mengapa harus ada pembangunan atau apa tujuan dari pembangunan itu sendiri. Proses pembangunan di semua masyarakat paling tidak harus memiliki tiga tujuan inti, yaitu:

2.5.1. pertama, peningkatan ketersediaan serta perluasan distribusi berbagai macam barang kebutuhan hidup yang pokok seperti pangan, sandang, papan, kesehatan dan perlindungan keamanan.

2.5.2. Kedua, peningkatan standar hidup yang tidak hanya berupa peningkatan pendapatan, tetapi juga meliputi penambahan penyediaan lapangan kerja, perbaikan kualitas pendidikan, serta peningkatan perhatian atas nilai-nilai kultural dan kemanusiaan yang kesemuanya itu tidak hanya untuk memperbaiki kesejahteraan materiil, melainkan juga menumbuhkan harga diri pada pribadi dan bangsa yang bersangkutan.

2.5.3. Ketiga, perluasan pilihan-pilihan ekonomis dan sosial bagi setiap individu serta bangsa secara keseluruhan.

Selain keitga tujuan di atas, tentu saja setiap negara bebas memiliki tujuan lain dalam pembangunan negaranya. Tujuan ini dapat berbeda-beda berdasarkan sejarah dari negara tersebut, kepribadian negara tersebut dan situasi dan kondisi dari negara tersebut.

2.5. Ukuran dari Pembangunan

Lalu bagaimanakah kita mengetahui apakah kita telah berhasil membangun negara kita? Ternyata, pembangunan suatu negara juga memiliki ukuran. Ukuran pembangunan tersebut telah dirumuskan oleh Amir (2007:147) sebagai berikut:

2.5.1. tingkat ketimpangan pendapatan;

2.5.2. penurunan jumlah kemiskinan;

2.5.3. penurunan tingkat pengangguran;

2.5.4. meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, pembangunan ekonomi juga memiliki indikatornya tersendiri. Indikator pembangunan ekonomi ini dirumuskan oleh PBB (Persatuan Bangsa-Bangsa) yang disebut sebagai MDGs (Millenium Development Goals) yang telah disebutkan pada data di 2.1. di atas. Rumusan itu terdiri dari delapan indikator capaian pembangunan, yaitu sebagai berikut:

2.4.1. penghapusan kemiskinan;

2.4.2. pendidikan untuk semua;

2.4.3. persamaan gender;

2.4.4. perlawanan terhadap penyakit menular;

2.4.5. penurunan angka kematian anak;

2.4.6. peningkatan kesehatan ibu;

2.4.7. pelestarian lingkungan hidup;

2.4.8. kerja sama global. (www.undp.or.id)

Berdasarkan data pada 2.1. dapat kita lihat bahwa negara Indonesia belum dapat menghapus kemiskinan, menurunkan angka kematian anak dan ibu secara signifikan dan belum dapat memberikan pendidikan bagi semua golongan.

 

 

 

BAB III METODOLOGI

 

3.1. Populasi dan Sampel

Populasi adalah seluruh data yang mengidentifikasikan suatu fenomena yang dalam makalah ini adalah fenomena ekonomi. Adapun populasi dari penelitian ini adalah seluruh artikel dan buku mengenai ekonomi makro. Dari populasi tersebut saya mengambil dan menggunakan beberapa artikel dan buku tersebut untuk menyusun makalah

Sampel adalah sebagian dari populasi yang digunakan untuk memudahkan penelitian ini. Sampel dari penelitian ini adalah beberapa artikel dan buku mengenai pembangunan negara Indonesia dari 2004 sampai dengan 2007 dan ekonomi makro.

3.2. Metode dan Teknik

  Dalam pembuatan makalah ini saya mengunakan metode penelitian literatur, dan metode penelitian internet. Adapun metode penelitian literatur adalah metode penelitian berdasarkan media cetak yang dalam kasus pembuatan makalah ini adalah buku. Metode penelitian internet adalah penelitan berdasarkan media internet.

Sedangkan, teknik yang saya gunakan dalam pembuatan makalah ini adalah dengan. Teknik mendeskripsi dimana yang saya deskripsikan adalah berbagai pernyataan yang terdapat dari buku dan artikel internet yang saya gunakan sebagai sumber data.

Semua metode dan teknik yang saya pilih dalam membuat makalah ini berfungsi untuk menunjang makalah saya ini dan untuk membuktikan hipotesa yang saya miliki yang digunakan sebagai dasar pembuatan makalah ini

  

 

BAB IV SIMPULAN DAN SARAN

 

4.1. Simpulan

Berdasarkan pada apa yang telah dijelaskan dalam makalah ini maka saya mengambil kesimpulan agar makalah saya ini lebih mudah untuk dipahami. Makalah ini menjelaskan bagaimana pengaruh ekonomi makro pada pembangunan negara Indonesia di era reformasi.

Ekonomi makro adalah cabang ilmu ekonomi yang mempelajari ekonomi secara keseluruhan pada tingkat nasional. Karena ekonomi makro mempelajari ekonomi secara keseluruhan pada tingkat nasional maka ekonomi makro dapat digunakan untuk meneliti suatu perekonomian dalam suatu negara seperti menganalisis masalah ekonomi untuk membuat solusinya.

Tujuan dan fungsi ekonomi makro juga tidak jauh dari penanganan perekonomian dalam suatu negara. Dalam memenuhi tujuan dan fungsinya ekonomi makro menggunakan tiga analisa yaitu teori ekonomi, akonomi deskriptif dan ekonomi terapan. Semua analisa tersebut memudahkan para ekonomia dalam menyederhanakan dan menggambarkan masalah yang ada.

Dalam hubunganya mengenai pembangunan suatu negara, ekonomi makro memiliki beberapa variabel. Variabel tersebut adalah pendapatan nasional, konsumsi rumah tangga, saving / tabungan, investasi harga-harga secara umum, belanja pemerintah, jumlah uang yang beredar dan inflasi, tingkat bunga, kesempatan kerja dan pengangguran, neraca pembayaran (ekspor-impor) dan kebijakan Pemerintah.

Pembangunan suatu negara adalah suatu kenyataan fisik sekaligus tekad suatu masyarakat untuk berupaya sekeras mungkin melalui serangkaian kombinasi proses sosial, ekonomi, dan institusional demi mencapai kehidupan yang serba lebih baik. Karena pembangunan sangat berkaitan terhadap pertumbuhan ekonomi negara tersebut maka ilmu ekonomi makro adalah cara paling tepat dalam menganalisis perekonomian suatu negara.

Pembangunan memiliki ukurannya sendiri. Bahkan dalam perekonomian, PBB telah membuat indikator mengenai pembangunan yang disebut MDGs. Rumusan tersebut digunakan untuk mengukur apakh suatu negara telah berhasil dalam pembangunan ekonominya atau belum. Dalam pengukuran tersebut pun ekonomi makro berperan dalam memberikan gambaran terhadap keadaan ekonomi suatu negara.

4.2. Saran

Dalam makalah ini, saya sebagai penulis mempunyai kesempatan untuk memberikan saran kepada para pembaca. Karena makalah saya ini bertujuan untuk mengenalkan ekonomi makro maka saya berasumsi bahwa mereka yang membaca ini selain dosen ekonomi makro yang akan menilai makalah ini adalah mereka yang kurang mengenal ekonomi makro.

Saran saya adalah

4.2.1. Belajarlah lebih banyak mengenai ekonomi makro dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

4.2.3. Pelajari dan amati kebijakan-kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan pembangunan dan perekonomian.

4.2.3. Bantulah pemerintah dalam pembangunan negara kita dengan memberikan aspirasi dengan berbagai cara secara damai.

Sekiranya itu adalah saran dari saya yang saya harapkan dapat bermanfaat bagi siapa saja yang mengetahuinya. Jika ada kesalahan pengetikan ataupun kurangnya informasi saya mohon maaf.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Ahman, Eeng. 2008. Membina Kompetensi untuk Kelas 10.  Bandung : Grafindo Media Pratama.

Amir, Amri. 2007. Perekonomian Indonesia Dalam Perspektif Makro. Bogor: Biografika.

Arifin, E. Zaenal. 2011. Metode Penulisan Ilmiah. Edisi Kedua. Tangerang: Pustaka Mandiri.

Bank Indonesia. 2007. ”Perekonomian Tahun 2007 Bertambah Baik dengan 8 Syarat”. Jakarta: KOMPAS.

Budiman, Arif. 1995. Teori-Teori Pembangunan Dunia Ketiga. Jakarta: Gramedia.

Case, Karl E. dan Ray C. Fair. 2007. Prinsip-Prinsip Ekonomi. Jilid kedua. Jakarta: Erlangga.

Djojohadikusumo, Sumitro. 1994. Perkembangan Pemikiran Ekonomi Dasar Teori Ekonomi Pertumbuhan dan Ekonomi Pembangunan. Jakarta: Pustaka LP3ES.

Lipsey, Richard G. dan  Peter O. Steiner. Pengantar ilmu ekonomi 2. Jakrta: Bina Aksara.

Meier, Gerald M. dan James E. Rauch. 2000. Leading Issues in Economic Development. Edisi Ketujuh. Oxford: Oxford University Press.

Reksoprayitno, Soediyono. 2000.Ekonomi Makro: Analisis IS-LM dan permintaan-penawaran agregatif. Yogyakarta: Liberty.

Samuelson, Paul A. dan William D. Nordhaus. 1992. Economics, Edisi Keempat Belas. Mg Graw-Hill International editions.

Sukirno, Sadono. 2000, Makro Ekonomi Modern. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Sen, Amartya. 1999. Development as Freedom. New York: Alfred Knof

Sen, Amartya. 2001. Masih Adakah Harapan Bagi Kaum Miskin. Jakarta: Mizan.

Todaro, Michael P. dan Stephen C. Smith. 2003. Pembangunan Ekonomi di Dunia Ketiga. Edisi Kedelapan. Jakarta: Erlangga.

Tjokrowinoto, Moeljarto. 1997. Politik Pembangunan, Sebuah Analisis Konsep, Arah dan Strategi. Yogyakarta: Tirai Wacana.

Vinod, Thomas, et.al. 2001. The Quality of Growth (Kualitas Pertumbuhan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

http://id.wikipedia.org/wiki/Ekonomi_makro

http://27acintya08dhika95.wordpress.com/kebijakan-pemerintah-dalam-bidang-ekonomi/

http://www.undp.org/content/undp/en/home.html

http://www.jppr.or.id/

http://www.bappenas.go.id/

http://www.bps.go.id/

http://www.depdiknas.go.id/

http://www.perwaku.org/index.php?option=com_content&view=article&id=64:pembangunan-berkelanjutan-di-indonesia-ditinjau-dari-aspek-ekonomi&catid=40:artikel-dan-opini&Itemid=77

http://www. investorindonesia. com, 12/11/2007, 17:08:06 WIB

http://www.fileskripsi.com/2011/01/makalah-ekonomi-makro-tentang-pengaruh.html

http://makalah-perkuliah.blogspot.com/2010/12/pendapatan-nasional.html

http://carapedia.com/pengertian_definisi_populasi_info2016.html

RIWAYAT HIDUP

Aryanni Ganda Wijaya dilahirkan di Jakarta, 21 Desember 1994. Walau lahir di Jakarta ia sekarang bertempat tinggal di Tangerang. Ia merupakan anak kelima dari lima bersaudara dan merupakan satu-satunya anak perempuan dalam keluarganya.

Hampir seluruh pendidikannya ia tempuh di Tangerang dari Taman Kanak-Kanak hingga Sekolah Menengah Akhir.

Pendidikan terakirnya ia tempuh di SMA N 2 Tangerang.

Kini ia menuntut ilmu di Univesitas Esa Unggul Jakarta sebagai mahasiswi Fakultas Ekonomi dengan Jurusan akuntansi. Sebelumnya ia belum pernah mempublikasikan karyanya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

What is 15 + 3 ?
Please leave these two fields as-is:
IMPORTANT! To be able to proceed, you need to solve the following simple math (so we know that you are a human) :-)